Apple Bangun Pusat R&D di Indonesia, Dampaknya Bagi iPhone 16 dan Ekosistem Teknologi Tanah Air
![]() |
iPhone 16 di Indonesia |
Ini menjadikan Indonesia sebagai pusat R&D Apple kedua di dunia di luar AS, setelah Brasil.
Pembangunan pusat R&D ini diharapkan dapat membuka lebih banyak lapangan kerja serta mendukung ekosistem startup teknologi di dalam negeri.
Pembangunan pusat R&D ini diharapkan dapat membuka lebih banyak lapangan kerja serta mendukung ekosistem startup teknologi di dalam negeri.
Selain itu, Apple juga akan membangun Apple Software Indonesia and Technology Institute serta Apple Professional Developer Academy.
Fasilitas ini diharapkan dapat melahirkan lebih banyak talenta digital yang siap bersaing di panggung internasional.
Investasi Apple di Indonesia tidak hanya berhenti pada sektor smartphone.
Investasi Apple di Indonesia tidak hanya berhenti pada sektor smartphone.
Sebagai bagian dari perjanjian, Luxshare Precision juga akan membangun fasilitas produksi AirTag di Batam.
Pabrik ini ditargetkan mampu memenuhi 65 persen kebutuhan AirTag di pasar global.
Dengan adanya Apple Developer Academy dan institusi teknologi di Indonesia, pemerintah berharap akan lahir lebih banyak talenta digital yang siap bersaing di panggung internasional.
Dengan adanya Apple Developer Academy dan institusi teknologi di Indonesia, pemerintah berharap akan lahir lebih banyak talenta digital yang siap bersaing di panggung internasional.
Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi digital di Asia Tenggara.
Meski masih menghadapi berbagai tantangan, kesepakatan ini menandai era baru bagi Apple di Indonesia.
Meski masih menghadapi berbagai tantangan, kesepakatan ini menandai era baru bagi Apple di Indonesia.
Dengan investasi yang lebih besar, kehadiran fasilitas R&D, serta komitmen terhadap ekosistem digital, Apple berpotensi menjadi pemain utama dalam pertumbuhan industri teknologi nasional.
Kini, konsumen di Indonesia tinggal menunggu waktu hingga iPhone 16 dan iPhone 16e resmi tersedia di pasar Tanah Air.
Apakah investasi ini akan benar-benar membawa dampak positif bagi Indonesia? Waktu yang akan menjawabnya.***