Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Misteri Makam Prabu Amuk Marugul, Jejak Kerajaan Japura yang Terlupakan di Cirebon Timur

Misteri Makam Prabu Amuk Marugul, Jejak Kerajaan Japura yang Terlupakan di Cirebon Timur
Makam Raja-raja Japura (FB: Bhima Manggal Yudah)
WARTA PUSAKA – Di tengah hamparan sawah seluas 35 hektar di Desa Astanamukti, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, terletak sebuah situs sejarah yang menyimpan kisah masa lalu. Makam Prabu Amuk Marugul, pemimpin legendaris Kerajaan Japura, menjadi saksi bisu peradaban masa lampau yang masih dirawat hingga kini.

Kerajaan Japura, Penguasa Wilayah Timur Cirebon

Menurut berbagai catatan sejarah, jalur pantai utara Jawa Barat di masa lalu dihiasi oleh keberadaan tujuh nagari atau kerajaan kecil. Salah satunya adalah Kerajaan Japura , yang dahulu menguasai wilayah timur Cirebon hingga perbatasan Jawa Tengah.

Pusat pemerintahannya berada di Japura, yang kini dikenal sebagai Kecamatan Astanajapura. Di bawah kepemimpinan Prabu Amuk Marugul , kerajaan ini menguasai wilayah strategis seperti Losari, Babakan, Ciledug, Waled, Karangsembung, Lemahabang, Mundu, Beber, dan Astanajapura.

Nama Prabu Amuk Marugul menjadi legenda. Ia dikenal sebagai pemimpin yang tangguh dan ahli strategi, mengukir sejarah besar di daerah pesisir utara. Kini, jejaknya dapat ditemukan di sebuah petilasan yang disebut sebagai makamnya di Desa Astanamukti.

Pesarean Blok Posong, Pusat Ziarah dan Cerita Turun Temurun

Situs Makam yang berada di Blok Posong, Desa Astanamukti, disebut sebagai tempat peristirahatan terakhir Prabu Amuk Marugul menghadapi usai berbagai peperangan. Darpan (59) , juru kunci makam yang mengaku generasi ke-13, menceritakan bahwa cerita ini diteruskan secara turun-temurun dari leluhurnya.

“Kami mendapatkan cerita turun temurun, kalau situs makam ini adalah Prabu Amuk Marugul,” ujar Darpan, saat ditemui di lokasi situs.

Menurut Darpan, sejak tahun 2006, makam ini mulai dikunjungi oleh masyarakat dari berbagai daerah, terutama dari Pulau Jawa.

“Belum banyak yang datang, tapi mulai ada, dari orang-orang besar sampai masyarakat biasa. Mereka ingin tahu sejarah atau sekadar berdoa di sini,” tambahnya.

Ziarah dan Penghormatan kepada Sejarah

Bagi sebagian orang, makam ini lebih dari sekedar situs sejarah. Edi Triyono (59) , seorang warga Banten, datang jauh untuk berziarah atas permintaan orang tuanya.

"Saya diutus ke sini untuk berdoa dan mengenal sejarah," singkat Edi, yang terlihat khusyuk di area makam.

Makam ini tidak hanya menjadi saksi bisu kejayaan Kerajaan Japura, tetapi juga menyimpan nilai spiritual bagi mereka yang ingin menghormati leluhur dan mengenangi perjuangan masa lalu.

Potensi Wisata Sejarah

Dengan lokasi yang strategis dan cerita yang unik, Makam Prabu Amuk Marugul memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata sejarah. Namun, perhatian pemerintah dan masyarakat setempat diperlukan untuk menjaga dan melestarikan situs ini agar tetap terawat dan diketahui generasi mendatang.

Sejarah adalah jendela untuk melihat masa lalu dan memahami akar budaya kita. Situs seperti makam Prabu Amuk Marugul adalah pengingat bahwa di balik setiap halangan sawah, ada kisah yang menunggu untuk disampaikan dan diperingatkan.***